Minggu, 26 Januari 2014

Cara Mengecilkan Ukuran PDF Menggunakan ORPALIS PDF Reducer Free Edition

Bagi yang mempunyai banyak dokumen PDF dan ingin di upload atau dikirim melalui internet, biasanya harus berfikir ketika ukuran PDF terlalu besar. Selain proses unggah (upload) yang lebih lama, proses unduh (download) oleh pengguna juga akan lebih lama. Disinilah dibutuhkannya sebuah software untuk memperkecil (kompresi) dokumen PDF.
Ketika menyimpan dokumen dari Microsoft Word 2007 keatas menjadi PDF, ada 2 pilihan opsi, yaitu Standard (untuk dicetak) dan Minimum size agar ukuran PDF lebih kecil. Tetapi bagaimana jika kita sudah mempunyai dokumen PDF dan ingin mengecilkan ukurannya tanpa perlu mengubah dulu ke word? Salah satu software gratis yang bisa digunakan adalah ORPALIS PDF Reducer. Tersedia 2 edisi, dan yang saya ulas adalah yang edisi gratis (Free Edition).
pdf-reducerMeskipun di versi gratis ini ada beberapa keterbatasan, seperti misalnya muncul pesan tambahan setiap kali program dijalankan serta tidak mendukung multi threading untuk pemrosesan banyak dokumen, tetapi dari segi fiturnya tidak berbeda dengan versi berbayar, sehingga versi gratis-pun sudah mencukupi.
Penggunaan program ini relatif mudah, hanya saja ketika dijalankan pertama kali, opsi bawaannya adalah membuka folder bukan dokumen atau file PDF. Untuk mengubah opsi ini, silahkan buka menu Options, kemudian dari tab General, bagian Input mode pilih saja Files Selection. Sehingga ketika kita bisa memilih sumbernya adalah dokumen PDF.
pdf-reducer-options
Dari halaman utama program ini, kita bisa memasukkan dokumen pdf melalui tombol dibagian kanan isian Source, kemudian atur juga isian Destination. Setelah itu tinggal klik tombol Start Batch, maka proses kompresi PDF akan segera berjalan dan setelah selesai (yang biasanya hanya memerlukan waktu beberapa detik) akan ditampilkan informasi ukuran PDF keluarannya dan berapa persen ukuran PDF dikurangi dari ukuran aslinya.
Setelah mencoba beberapa file PDF, hasil dari ORPALIS PDF Reducer Free Edition memang cukup bagus dan semuanya bisa dibuka tanpa ada masalah. Hasilnya keluaran PDF mempunyai ukuran yang lebih kecil dari aslinya, bervariasi mulai dari 20% sampai 36% lebih kecil dari ukuran aslinya, dan mungkin bisa lebih kecil lagi tergantung konten dokumen PDF didalamnya dan pengaturan opsinya.
Jika ingin mencoba-coba dengan berbagai opsi yang lain, agar bisa didapatkan ukuran PDF yang jauh lebih kecil. Silahkan buka menu Options untuk melihat opsi apa saja yang tersedia dalam melakukan kompresi dokumen PDF.
Download ORPALIS PDF Reducer Free Edition (14.4 MB)

Cara Bijak Membelikan Gadget untuk Anak

 

Asal tujuannya sebagai alat komunikasi, boleh saja si usia sekolah dibelikan gadget. Jadi, cukup gadget yang bisa menelepon atau mengirim SMS. Kalau anak merengek minta gadget, sebaiknya orangtua sejak awal bersikap bijak dengan memilih spesifikasi gadget yang memang pas untuk anak usia sekolah. Bagaimana memilihnya? Annelia Sari Sani, Psi, dari RSAB Harapan Kita Jakarta memberikan panduannya. 1. Utamakan fungsi sebagai alat komunikasi.
Sederhananya, asal bisa dipakai menelepon dan mengirim sms, itu sudah cukup. Orangtua atau anak bisa saling berkomunikasi atau memantau lewat handphone. Karena mementingkan fungsi komunikasi, jadi segala aktivitas tambahan yang ditawarkan itu hanya sebagai bonus dan tentunya bonus ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi anak.
2. Tanpa akses internet personal.
Hindari memilih telepon genggam yang mempunyai akses internet personal. Bagaimana pun untuk anak usia ini penggunaan internet harus dengan pendampingan. Kalau di dalam HP yang dibeli ada fasilitas internet personal akan sulit bagi orangtua untuk mengawasi anak.
3. Batasi penggunaan pulsa.
Penggunaan pulsa harus dibatasi sebulan tidak lebih dari Rp 50.000 – Rp 100.000. Lebih bijak bila HP anak menggunakan pulsa yang harus diisi ulang daripada menggunakan sistem berbayar langganan (pascabayar) tanpa batas. Sekiranya anak menggunakan smartphone sebaiknya tidak membayar fasilitas akses data full service, sehingga layanan internet personal tidak bisa dinikmatinya.
4. Jangan terpengaruh tren.
Seperti sudah disinggung di atas, jangan terpengaruh tren untuk selalu memakai gadget keluaran terbaru. Tren seperti ini tidak ada habisnya meskipun saat ini di pasaran banyak tersedia HP atau gadget yang memang ditujukan untuk pasar remaja dengan harga terjangkau. Kalau orangtua ingin memberikan HP atau gadget pada anak, jangan lupa memutus fasilitas akses data sehingga benda tersebut hanya bisa difungsikan sebagai alat komunikasi.
Sumber